Cerita Serial "Tiga Sahabat Pelangi"
Episode 1
Siang itu matahari bersinar terik di langit atas SD Siswa Utama. Setelah shalat dzuhur berjamaah tampak tiga siswa sedang duduk di bawah pohon Ketapang Kencana yang rindang. Mereka adalah Bimo, Zahra, dan Dede.
Bimo, dari namanya sudah jelas ia orang Jawa. Kedua orang tuanya berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ayahnya memiliki usaha yang cukup maju yang ia kelola bersama istrinya. Membaca adalah hobby Bimo. Cukup banyak buku perpustakaan yang telah ia lahap. Pembawaannya tenang dan serba teratur. Namun demikian ia berjiwa seni. Ia gemar menggambar. Sejak TK ia menjadi langganan juara menggambar.
Zahra lain lagi ceritanya. Ia blasteran Aceh dan Melayu. Seperti halnya siswi SD Siswa Utama yang lain, ia tampak cantik mengenakan hijab. Kedua orangtuanya telah mendidiknya untuk mengenakan hijab sejak TK. Ayahnya menekuni bidang konten kreator tentang lingkungan. Meskipun perempuan Zahra seorang yang pemberani, pengamat yang jeli dan menyukai hal-hal yang berhubungan dengan alam.
Bagaimana dengan Dede? Ia seorang humoris dan lincah. Idenya cukup menarik dan unik sekalipun kedua sahabatnya sering menyebutnya “aneh dan ajaib”. Dede asli Sunda. Ayahnya sama-sama dari Jawa Barat dan berprofesi sebagai pegawai sebuah kantor pemerintah.

Dede, Bimo, dan Zahra sedang bermusyawarah
Lalu apa yang mereka bicarakan di siang itu? Rupanya mereka sedang membicarakan tugas yang diberikan Ms. Ratna, guru kelas mereka. Tugasnya cukup menantang. Secara berkelompok siswa diberi tugas untuk membuat "Pojok Hijau" di teras kelas menggunakan barang bekas. Bimo, Zahra, dan Dede terpilih dalam satu kelompok.
"Oke teman-teman, kita harus jadi yang terbaik!", seru Dede sambil bergaya seperti pahlawan super.
"Aku usul, kita buat pot dari kaleng bekas lalu kita cat warna-warni mentereng supaya kelihatan dari jauh!", lanjutnya.
Zahra menggeleng cepat. "Ah, jangan De. Kalau kaleng nanti cepat karatan terkena air. Lebih baik kita pakai botol plastik bekas saja. Kita gantung di dinding supaya tidak memakan tempat."
Bimo mengernyitkan dahi sambil memegang buku sketsanya. "Tapi kalau digantung, airnya sering menetes ke lantai dan jadi becek. Menurutku, kita pakai ban bekas saja. Kita tumpuk di pojok, lebih kuat dan rapi."
"Tapi ban itu susah dicarinya, Bimo!" potong Dede.
"Botol plastik juga kalau ditiup angin kencang suka goyang, Zahra," tambah Bimo lagi.
Suasana jadi sedikit kaku. Masing-masing merasa idenya yang paling masuk akal. Zahra melipat tangan di dada, Dede cemberut, dan Bimo sibuk mencoret-coret bukunya dengan wajah serius.
Melihat situasi yang mulai tidak enak, Zahra menarik napas panjang.
"Teman-teman, kalau kita begini terus, sampai bel pulang pun 'Pojok Hijau' kita cuma jadi 'Pojok Debat'. Yuk, duduk dulu," ujarnya.
Mereka bertiga duduk melingkar beralaskan konblok.
"Bimo, kenapa kamu pilih ban?" tanya Zahra tenang.
"Supaya awet dan kelas tidak becek," jawab Bimo.
"Dede, kenapa mau warna mentereng?"
"Supaya kelas kita terlihat ceria!" jawab Dede semangat.
Setelah mendengarkan alasan masing-masing, Bimo mulai menggambar sesuatu di bukunya. Kemudian ia angkat bicara.

Tiga Sahabat sedang menyelesaikan proyek Pojok Hijau
"Eh, bagaimana kalau kita gabungkan ide kita bertiga? Kita pakai ban bekas sebagai dasarnya supaya kuat. Ini ide Bimo. Di dalamnya kita beri botol-botol plastik yang sudah dipotong. Kalau ini ide Zahra. Kemudian botol-botol itu kita cat dengan warna cerah. Nah yang terakhir ini(ide Dede!"
Dede langsung bertepuk tangan. "Wah! Jadi kuat, rapi, dan tetap mentereng! Aku setuju!"
Zahra tersenyum lebar. "Aku juga setuju. Ternyata kalau digabung jadi lebih keren ya."
Hari itu, mereka belajar bahwa berbeda pendapat itu biasa. Yang luar biasa adalah saat mereka mau duduk bersama, mendengarkan, dan mencari jalan tengah.
Keesokan harinya sepulang sekolah mereka mulai mengerjakan proyek. Masing-masing mengumpulkan dua galon air minum kemasan bekas. Peralatan lainnya mereka bawa dari rumah masing-masing.
Sepekan
kemudian mereka membawa hasil kerja ke sekolah dan menyusunnya di depan kelas. Hasilnya,
"Pojok Hijau" merekapun menjadi juara. Alhamdulillah.[]
Gambar dibuat dengan bantuan AI